Politik

ASEAN Plus Three Untuk Kerja Sama Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi

Nasionalberita.com – Hubungan kerja sama ASEAN Plus Three (APT) mulai terbentuk sejak tahun 1997 yang melibatkan tiga negara Asia Timur yakni Cina, Jepang, dan Korea. KTT APT ke-1 diselenggarakan pada bulan Desember 1997 di Kuala Lumpur pada saat kawasan Asia sedang dilanda krisis ekonomi.

Indonesia menyampaikan pentingnya melanjutkan kerja sama yang selama ini terjalin dalam kerangka ASEAN Plus Three (APT). Hal ini termasuk implementasi upaya pemulihan ekonomi Kawasan akibat pandemi COVID-19 secara cepat. Demikian ditegaskan oleh Ketua SOM Indonesia/Dirjen Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri RI, Jose Tavares dalam pertemuan para pejabat senior ASEAN Plus Three (APT SOM)  secara telekonferensi, Senin 20 Juli 2020 di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Indonesia menyampaikan a.l. perkembangan pembentukan APT Task Force on Pandemic yang merupakan usulan Indonesia pada the Special ASEAN Plus Three (APT) Summit on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bulan April lalu guna minimalisasi dampak pandemi di kawasan. Inisiatif ini telah termuat dalam Joint Statement of the Special ASEAN Plus Three (APT) Summit on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Saya yakin Task Force (on Pandemic) ini dapat pertebal kerja sama mitigasi dampak pandemi COVID-19 di Kawasan, (ke depannya) semakin memperkuat kesiapan dan pencegahan berbagai penyakit pandemik agar masyarakat kita lebih resilien dan kuat dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan”, tegas Dirjen Tavares.

Indonesia juga kembali dorong optimalisasi peran APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) dalam mengantisipasi kerawanan pangan akibat pandemi.

Terdapat concern bersama untuk memastikan implementasi berbagai komitmen para pemimpin APT dalam antisipasi berbagai dampak akibat pandemi ini.

Selain isu-isu terkait kerja sama ekonomi, konektivitas, dan infrastruktur digital, pertemuan juga membahas sejumlah isu mengemuka yang menjadi kepentingan bersama di kawasan, antara lain isu Laut China Selatan (LCS), isu Semenanjung Korea, dan proses repatriasi di Rakhine State.

Ke depannya, kerja sama APT akan terus membangun resiliensi ketahanan ekonomi kawasan melalui penguatan infrastruktur kerja sama ekonomi yang telah ada di APT seperti Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) dan ASEAN+3 Emergency Rice Reserve (APTERR), menjamin perdagangan dan distribusi arus barang (termasuk essential movements terutama pebisnis) dan lebih perkuat koordinasi ASEAN di bidang ekonomi, perdagangan (termasuk penguatan UMKM), infrastruktur konektivitas digital, jaringan kerja sama kesehatan dan jaring pengaman sosial untuk perkuat ketahanan masyarakat ASEAN.  

APT merupakan kerangka kerja sama antara sepuluh negara anggota ASEAN dengan RRT, Jepang dan Korea Selatan yang telah terjalin sejak 2007. Pada umumnya kerja sama yang dilakukan adalah di bidang perdagangan, investasi, keuangan dan perbankan, alih teknologi, industri, pertanian, Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM), pariwisata, jejaring dunia usaha, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, relevan dengan perkembangan kawasan dan global, APT juga membahas kerja sama dalam merespon pandemi COVID-19.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker