Entertainmen

Efek Samping Insulin Untuk Diabetes

Nasionalberita.com – Insulin suntik adalah jenis obat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan insulin yang dibutuhkan oleh penderita diabetes. Insulin merupakan hormon yang bertugas membantu mengolah gula yang telah diserap tubuh agar menjadi energi. Insulin juga berperan dalam menyimpan cadangan energi yang nantinya bisa digunakan jika suatu saat dibutuhkan oleh tubuh.

Terapi insulin menjadi salah satu metode pengobatan untuk mengatasi diabetes. Insulin merupakan hormon yang membantu mengatur jumlah gula dalam darah atau glukosa. Untuk mengatur keseimbangan glukosa darah, insulin bekerjasama dengan glukagon alias hormon yang bekerja dengan cara yang berlawanan.

 Tubuh menggunakan insulin dan glukagon untuk memastikan bahwa kadar gula darah tidak menjadi terlalu tinggi atau rendah sehingga sel menerima cukup glukosa untuk digunakan sebagai energi.

Ketika gula darah terlalu rendah, pankreas mengeluarkan glukagon yang menyebabkan hati melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Namun, tubuh penderita diabetes tidak bisa menghasilkan insulin atau insulin yang dimiliki tidak bisa bekerja efektif untuk membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah.

Sayangnya, terapi insulin bisa mengakibatkab berbagai efek samping seperti: kenaikan berat badan muncul ruam, benjolan, atau pembengkakan di tempat suntikan kecemasan atau depresi batuk saat menggunakan insulin inhalasi. Suntikan insulin juga bisa menyebabkan sel-sel tubuh menyerap lebih banyak glukosa dalam darahatau dikenal dengan istilah hipoglikemia. Hal ini bisa menyebabkan gula darah turun secara berlebihan.

Gula darah yang terlalu rendah bisa mengakibatkan hal-hal berikut: pusing kesulitan berbicara kelelahan kebingungan kulit pucat berkeringat otot-otot berkedut kejang hilang kesadaran.

Terapi insulin juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Namun, hal ini jarang terjadi. Salah satu komplikasi serius akibat terapi insulin adalah nekrosis lemak.

Kondisi ini menyebabkan benjolan yang menyakitkan tumbuh di jaringan subkutan, tepat di bawah permukaan kulit. Riset 2013 yang membuktikan terapi insulin dapat meningkatkan risiko berikut: serangan jantung stroke komplikasi mata masalah ginjal.

Bahkan, berbagai riset juga membuktikan penggunaan terapi insulin pada pasien diabetes tipe dua bisa mengakibatkan berbagai risiko berikut: kebutuhan untuk meningkatkan dosis peningkatan risiko hipoglikemia berat peningkatan risiko kematian berpotensi meningkatkan risiko kanker tertentu, salah satunya kanker pankreas.

Tidak semua penderita diabetes tipe 2 harus menggunakan terapi insulin. Di sisi lain, mereka yang mengalami diabetes tipe 1 memerlukan terapi ini seumur hidup mereka.

Berikut tiga jenis orang yang memerlukan terapi insulin:

1. Diabetes tipe 1 Biasanya dimulai pada masa kanak-kanak ketika seseorang tidak bisa memproduksi cukup insulin. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang pankreas yang sehat.

2. Diabetes tipe 2 Kondisi ini dapat berkembang pada usia berapa pun namun paling sering terjadi saat seseorang memasuki usia 45 tahun ke atas.

Penderita diabetes tipe dua memerlukan terapi ini karena pankreas yang mereka miliki tidak cukup memproduksi insulin atau sel-sel tubuh menjadi kebal terhadap reaksi insulin.

3. Diabetes gestasional Kondisi ini biasanya terjadi selama kehamilan dan mempersulit tubuh wanita untuk merespons insulin. Namun, diabetes gestasional biasanya berhenti setelah melahirkan tetapi bisa meningkatkan risiko wanita terkena diabetes tipe 2.

Menggunakan terapi insulin memerlukan resep dokter. Pasalnya, dibutuhkan profesional untuk menentukan jenis insulin yang tepat serta adanya kemungkinan efek samping atau interaksi dengan obat lain.

Selain itu, penderita diabetes tipe 2 atau gestasional juga tidak boleh sembarangan menggunakan terapi ini karena masih bisa menggunakan opsi perawatan lain untuk mengontrol kadar gula.

Cara lain untuk mengontrol kadar gula dalam darah antara lain penggunaan obat-obatan non insulin dan perubahan gaya hidup sehat. Menggunakan terapi insulin membutuhkan kehati-hatian dan perhatian khusus. Terlalu banyak kadar insulin dalam tubuh bisa mengakibatkan efek samping atau komplikasi serius, begitupula saat tubuh kekurangan insulin.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker